Sabtu, 04 Mei 2013
Cinta Monyet
Ibarat kata
Hati tandus kini menjadi hijau
Diiringi datangnya musim semi
Semerbak bunga kini tercium
Semua warna hanyalah merah jambu
Betapa senangnya para penghuni hati ini
Kasihan mereka, terus-terusan tinggal dalam hati yang begitu kosong
Si Cerdik Abu Nawas "Botol Ajaib"
Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu
memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas
yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah
senyuman.
"Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku
kena serangan angin." kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
"Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil." tanya
Abu Nawas.
"Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya."
kata Baginda.
memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas
yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah
senyuman.
"Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku
kena serangan angin." kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
"Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil." tanya
Abu Nawas.
"Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya."
kata Baginda.
Have you eaten?
"Udah makan?"
"Udah"
"Aku belum"
"Ya terus? Makan aja"
"Iya"
"..."
"..."
Dari segi logika sih masuk, tapi dari segi perasaan....Salah lagi =___=
"Udah"
"Aku belum"
"Ya terus? Makan aja"
"Iya"
"..."
"..."
Dari segi logika sih masuk, tapi dari segi perasaan....Salah lagi =___=
Kamis, 02 Mei 2013
"Ja, kenapa kamar mandi ente lebih gede dari kamar ente?"
Kosan 220, disinilah ane numpang tidur untuk 4 tahun ke depan. Sebuah kosan milik ibu cantik Hj. nanih dengan segala "fasilitas mewah" yang gak semua kosan di ciwaruga miliki. Letaknya bisa dibilang cukup terpencil bagi seorang mahasiswi tata niaga seperti ane, ya emang sih ada juga anak tata niaga yang ngekos di daerah deket kosan ane, tapi dengan label anak tata niaga yang "ga bisa jauh dari dunia gemerlap metropolitan ciwaruga" ane termasuk stronglaaah haha.. Soalnya emang rata-rata anak tata niaga itu kosannya di bagian bawah ciwaruga yang dekat dengan peradaban! Berbanding lurus dengan kosan ane yang..JAUH DARI PERADABAN. Saking jauhnya, untuk bisa sampai ke kosan ini dengan selamat aja kalian harus mampu dan memang harus mau mendaki 2 bukit terjal yang dikelilingi kuburan, mengingat ciwaruga yang artinya desa kuburan. Setiap orang yang ane ajak buat ngerjain tugas di kosan, pasti serentak jawab "amit-amit kagak mau lagi dah ke kosan ente, ja!".
Ah, sejauh apapun kosan ane, anak-anak "rumahan" bandung yang pulangnya kemaleman pasti menjadikan kosan cantik ini sebagai persinggahan terakhir mereka. Lika dan ayu adalah pelanggan setia kosan ane, dengan berdalih pulang kemaleman karena abis ngedance, mereka memaksa menjadikan kosan ane bak hotel
Namanya juga pemula
Ingin marah akan perubahan sikapnya adalah sebuah kesalahan.
Aku tidak punya hak untuk tidak setuju atas perubahan sikapnya.
Kami tidak terikat oleh suatu status hubungan, tapi bukan
berarti tak ada rasa diantara kami.
Sebenarnya aku lelah jika harus terus-menerus seperti ini.
Namun inilah jalan yang telah kuputuskan. Jadi beginilah resiko yang harus aku
tanggung.
Bodoh, ini adalah sebuah keadaan yang masih teramat asing
untuk aku terima.
Masalah yang mungkin dipandang orang sebagai hal paling sepelepun,
aku anggap sebagai suatu bahan pemikiran yang terus menerus hinggap di kepala
yang sebenarnya sudah cukup penuh dengan persoalan-persoalan kampus.
Senin, 29 April 2013
Pertemuan gila
Baiklah, ini
adalah sebuah cerita geje yang menimpa kehidupan gemerlap seorang jaja. Hehe
berasa artis gini cihuuuuuyyy. Tau dong kalo ane adalah seorang tuna asmara?
Waduh kejam banget lah tuna asmara!!!!!! Halusnya korban orang-orang yang udah
punya pacar lah… iya jomblo iya.. iya single itu pilihan iya… intinya hidup
menyendiri tanpa adanya belaian kasih sayang dari seorang anak cucu nabi Adam.
Ini kisahnya….eng
ing eng…..
Ane punya temen,
temen ane juga punya temen, terus? Diem dulu ane mau nyerita! Temennya temen
ane ini ceritanya sedang dalam tahap moving on. Cieee yang udah punya
mantan cieeee ane aja belom punya haha (sedih). Oke bisa dibilang sebenernya
dia minta temen ane ini untuk mencarikan dia seseorang yang bisa bikin dia move
on. Alhasil, diperkenalkanlah temennya temen ane ini ke salah satu temen
kosannya temen ane yang juga temen ane dan kita satu kosan dan kita temenan
*-_____- ribet amat sih bu ente nulis*. Bukan suatu perkenalan secara langsung
sih, ya biasalah via sms gitu. Jaman sekarang jamannya sms, ga ada nyali buat
ngomong langsung kali ya jadi beraninya minta kenalan lewat sms aja. Huh
payah!! *diem ja, ente juga kaya gitu kaleeeeeee*. Hmmmm rupanya usaha temen
ane buat menyatukan mereka gagal. Soalnya temen kosan temen ane ini
rupa-rupanya sudah punya seseorang yang menempati ruang kosong di hatinya. Ga
nyerah gitu aja dong temen ane ini, oke dia pun mulai menganalisis. Kamar no 1
lagi HTSan sama calon pilot, no 2 kan lagi HTSan juga sama anak IPB, No 3
jomblo sih *itu aneeeeeee haha* tapi kayanya ga mungkin, ga cocok sama sekali!
*ya tuhaaaan beginikah nasib anee T_T*, no 5 (pas hari itu) lagi deket sama
kakak tingkat dan sedang OTW jadi pacar, no 6 (pas hari itu) udah punya pacar.
Kamis, 14 Maret 2013
Kembali
Dulu pernah ada niat untuk benar-benar menekuni hobi menulis ini, mungkin bara-bara api semangatnya tak cukup banyak, tak ada uang untuk membeli sepertinya, jadi niat itu tiba-tiba padam. Lagi. Karena cukup sering niat semacam ini muncul.
Nah sekarang niat ini mulai bermunculan kembali, menggerogoti seluruh bagian kepala. Memaksakan inspirasi-inspirasi liar untuk bangkit dari persemayamannya lebih awal. Sebenarnya cukup mudah, tidak usah capek-capek menyulut api semangat sampai api itu bisa membakar satu kota tapi hanya dengan menyandarkan jari-jari manis diatas hamparan keyboard, inspirasi seliar apapun akan bangun dengan sendirinya.
Menatap layar persegi panjang, sedikit hentakan disetiap huruf, membuat si kursor lari terbirit-birit diantara barisan kata yang sebenarnya tak pernah terpikir akan keluar dari dalam otak.
Serancu apapun kalimat yang dihasilkan, yang penting buat si jari-jari manis menari dulu....
Nah sekarang niat ini mulai bermunculan kembali, menggerogoti seluruh bagian kepala. Memaksakan inspirasi-inspirasi liar untuk bangkit dari persemayamannya lebih awal. Sebenarnya cukup mudah, tidak usah capek-capek menyulut api semangat sampai api itu bisa membakar satu kota tapi hanya dengan menyandarkan jari-jari manis diatas hamparan keyboard, inspirasi seliar apapun akan bangun dengan sendirinya.
Menatap layar persegi panjang, sedikit hentakan disetiap huruf, membuat si kursor lari terbirit-birit diantara barisan kata yang sebenarnya tak pernah terpikir akan keluar dari dalam otak.
Serancu apapun kalimat yang dihasilkan, yang penting buat si jari-jari manis menari dulu....
Langganan:
Postingan (Atom)


